Sunday, February 5, 2017

Bunga Merambat di Tanah

Bunga merambat, merupakan jenis tumbuhan yang memerlukan tumbuhan lain sebagai penyangganya untuk mendapatkan sinar matahari. Kita semua tahu tanaman akan tumbuh ke arah matahari yaitu ke atas, oleh karena itu bunga merambat posisi tumbuhnya menyamping, menyebar secara horizontal di tanah, maka tanaman ini sangat membutuhkan penyangga yang dapat membantunya tumbuh dengan posisi vertikal.

Hal tersebut juga dikarenakan bunga atau tanaman ini biasanya hidup di dasar hutan rimbun sehingga kurang terkena cahaya matahari, sehingga timbul adaptasi seperti berkembangnya sulur, duri, dan akar udara yang dapat membantunya hidup menempel pada penyangganya yang berstruktur tinggi dan kuat.

Dan apabila tanaman tidak mendapatkan penyangga atau penopang, maka tanaman ini akan tetap hidup dan berkembang dengan merambat di tanah. Jadi, selain bisa dijadikan tanaman hias yang merambat di tanah juga bisa dijadikan penghias dinding, pagar, maupun atap. Dibawah ini ada beberapa tanaman merambat berbunga yang mungkin belum Anda ketahui, selamat membaca.

1. Jalaran Api



Dengan bunga rimbun berwarna jingganya, sama seperti namanya jalaran api (aliran api) tentunya akan dapat menambah suasana lingkungan sekitarnya menjadi lebih ceria dan bersemangat. Pertumbuhannya sangat cepat, sehingga tanaman ini bisa menjadi sangat rimbun, apalagi bila sedang musim berbunga.

2. Coral Vine (Air Mata Pengantin)




Bunga air mata pengantin berasal dari dataran Meksiko, mempunyai bunga rimbun berwarna merah muda, sangat cocok untuk dijadikan hiasan di pekarangan rumah untuk menambah suasana lembut dan romantis.

3. Mandevilla




Mandevilla mempunyai varian warna bunga dari kuning, putih, merah muda, dan merah. Tanaman merambat yang satu ini tahan panas dan mempunyai kelopak bunga lebar yang indah. Tanaman ini berasal dari daerah bagian Amerika, seperti Meksiko, Amerika Selatan bahkan Brazil.

4. Morning Glory




Bunga Mornig Glory biasanya akan mekar di pagi hari sama seperti namanya. Bunga ini di China biasanya digunakan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Morning glory mempunyai banyak varian warna mulai dari putih, merah muda, biru, dan ungu.


5. Rumput Kacang-kacangan




Tanaman ini merupakan jenis rumput hias yang bisa kita temukan dengan mudah di pasaran penjual tanaman hias. Biasanya dijual dengan kisaran harga belasan rupiah persatu meternya. Kacang-kacangan juga mempunyai bunga berwarna kuning dengan batang lunak panjang yang menopangnya. Tanaman ini sangat cocok untuk dijadikan penghias tanah pekarangan.

6. Bunga Lipstik




Seperti namanya, bunga lipstik merupakan tanaman merambat yang memiliki bunga berwarna merah dan berbentuk lipstik sama seperti namanya. Warna merahnya yang mencolok pasti akan membuat suasana lebih bersemangat dan menarik perhatian orang-orang disekitarnya.

Tanaman-tanaman merambat di atas merupakan beberapa contoh yang berasal dari berbagai wilayah dari seluruh dunia. Masih banyak lagi tanaman merambat berbunga lain yang tersebar di dunia maupun di Indonesia. 

Mungkin dari beberapa contoh di atas ada yang menarik dan menjadi referensi untuk tanaman hias Anda di rumah. Selain untuk menambah suasana menjadi lebih natural dengan rimbun daunnya, tanaman merambat juga dapat menjadi penghias dengan keindahan bunga-bunganya.

Tanaman ini juga tidak rewel perawatnnya, dan dapat disesuaikan dengan media yang di inginkan baik secara vertical, horizontal, maupun menggantung dalam pot. Semoga artikel ini bermanfaat, terus ikuti blog kami, akan ada berbagai informasi menarik lainnya seputar tanaman hias, sayuran, dll.
Baca selengkapnya

Tanaman Hias Berdaun Merah

Bagi Anda yang memiliki hobi mengoleksi tanaman hias, khususnya tanaman hias yang memiliki dan menonjolkan keindahan pada daunnya, mungkin Anda dapat menambah koleksi dengan varian baru yaitu tanaman hias berdaun merah. Dengan tampilan warna merah yang cantik tentu akan tampak lebih menarik dan dapat menambah suasana menjadi lebih segar, indah, dan memancarkan energi positif. Berikut ini ialah jenis-jenis tanaman hias berdaun merah yang mungkin dapat menjadi referensi untuk menambah koleksi taman rumah Anda.

Bagi Anda yang memiliki hobi mengoleksi tanaman hias, khususnya tanaman hias yang memiliki dan menonjolkan keindahan pada daunnya, mungkin Anda dapat menambah koleksi dengan varian baru yaitu tanaman hias berdaun merah. Dengan tampilan warna merah yang cantik tentu akan tampak lebih menarik dan dapat menambah suasana menjadi lebih segar, indah, dan memancarkan energi positif. Berikut ini ialah jenis-jenis tanaman hias berdaun merah yang mungkin dapat menjadi referensi untuk menambah koleksi taman rumah Anda.

1. Keladi Red Star (Red Flash Caladiums)
Keladi jenis ini merupakan salah satu jenis keladi yang cukup diminati oleh pencinta tanaman hias, karena seperti yang kita ketahui tanaman keladi itu sendiri mempunyai ciri khas yang unik yaitu daun lebar berbentuk hati/jantung. Daun keladi mengandung lapisan lilin yang membuatnya tampak mengkilat, dan pada jenis red star ini dapat kita lihat dengan jelas ada tambahan aksen bintang yang muncul dari warna merah yang dominan tumbuh di tengah sekitar jari-jari daun.


Dan pada jenis keladi red star dengan warna terang merahnya, maka daun keladi pun tampak lebih mengkilap dan mencolok dari keladi pada umumnya. Walaupun ukuran keladi biasanya hanya mencapai tinggi 1 m, keladi red star tentunya akan dapat lebih menarik perhatian ketimbang tanaman di sekitarnya dengan keunikan dan keindahan warnanya tersebut. Ya, warnanya seperti beras merah yang tumpah, tidaklah heran jika di Jawa tanaman ini bernama beras wutah yang artinya beras tumpah.

2. Sri Rejeki (Aglaonema)
Tanaman hias ini merupakan tanaman jenis talas-talasan atau araceae yang memang menjadi tanaman endemik hutan hujan Asia Tenggara, sehingga kita akan sangat mudah menemukannya di Indonesia. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan dibudidayakan karena ketahanannya dengan udara lembab dan tetap bisa berkembang biak secara normal meski hanya dengan pasokan sinar matahari yang minimum.


Sri rejeki kini memiliki banyak varietas warna dari buah hasil tangan kreatif Greg Hambali yang berhasil menyilangkan tanaman aglaomena ini, dan kini dapat kita temukan banyak variannya dengan mudah di pasaran. Sama seperti keladi, daun asli aglaonema memang sudah memiliki tampilan mengkilap dan dengan warna merahnya maka tampilan bunga ini akan lebih menarik dan indah dari sri rejeki berdaun hijau biasa.

3. Puring (Codiaeum Variegantum)
Tanaman puring merupakan tanaman yang banyak tersebar di daerah tropis khususnya yang dilalui garis khatulistiwa, karena tanaman ini memerlukan intensitas sinar matahari yang tinggi untuk menunjang pertumbuhannya. Keunikan puring itu sendiri ialah keberagaman bentuk daunnya mulai dari berdaun kecil, memanjang, melingkar, melengkung, bulat lebar, berjari, maupun spiral.


Sebenarnya puring mempunyai banyak varietas warna, dan puring merah adalah salah satunya. Selain keunikan bentuk yang dimiliki, puring dengan warna merah terangnya tentu dapat menjadi penghias alami dengan nilai estetik yang lebih tinggi dari tanaman hias biasa. Dan kelebihan lain yang dimiliki oleh puring ialah sangat mudahnya ditanam di media tanah apa pun asalkan terkena sinar matahari yang cukup, serta sangat kebal terhadap penyakit-penyakit yang biasanya sering menjangkit tanaman hias.

4. Miana (Coleus Hybridus)
Miana sangat cocok dijadikan sebagai tanaman pagar karena bentuk fisiknya yang seperti tanaman perdu, berdaun rimbun dan pertumbuhannya dapat menyebar sangat cepat jika media tumbuhnya merupakan tanah lembab yang cenderung basah. Memiliki tekstur batang basah atau mengandung banyak air, dan memiliki banyak varietas warna seperti ungu, hijau dan merah yang biasanya berdaun segitiga atau bulat. Selain dijadikan tanaman hias, tak jarang orang-orang juga memanfaatkannya sebagai obat-obatan herbal yang dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit salah satunya seperti batuk.


Dan kelebihan lain yang dimiliki miana ialah dapat menghasilkan wangi yang khas dikarenakan minyak atsiri yang terkandung di dalam seluruh bagian tanaman ini, serta menghasilkan bunga indah bergerigi yang biasanya berwarna merah atau keungu-unguan.

Tinggi tanaman yang satu ini sama seperti keladi, yang biasanya hanya mencapai ketinggian 1 m, sehinga sangat cocok untuk ditanam di kebun atau pekarangan Anda sebagai pagar pembatas yang cantik dan dapat menarik perhatian orang-orang disekitar Anda, dengan keindahan warna merahnya yang bermotif khas.

Demikianlah beberapa tanaman hias berdaun merah yang dapat menjadi inspirasi untuk menambah dan mempercantik taman di rumah Anda. Semuanya dapat ditemukan dengan mudah di seluruh wilayah Indonesia, dan sangat cocok dengan kondisi tanah dan iklim tropis di Negara kita ini. Jadi, bagi pecinta tanaman hias tak usah ragu lagi mempertimbangkan untuk menambah koleksi dengan tanaman berdaun merah seperti di atas.
Baca selengkapnya

Saturday, February 4, 2017

Cara Menanam Hidroponik Sawi

Hidroponik merupakan teknik penanaman dengan cara memanfaatkan air sebagai media tanamnya bukan dengan tanah seperti pada umumnya kita bercocok tanam. Cara ini dimaksudkan untuk lebih efisien karena tidak memerlukan banyak air, sehingga sangat cocok untuk ditanam di daerah dengan pasokan air yang minim.

Dan bagi pembaca yang hobi membudidayakan tanaman sendiri di rumah, cara ini patut untuk dicoba. Terlebih bagi yang ingin menanam sayuran contohnya seperti sawi untuk kebutuhan sayuran sehari-hari di rumah. Bagi yang tidak pernah mencoba, tak usah ragu karena hidroponik termasuk cara yang mudah, tidak memerlukan banyak peralatan dan bahan yang rumit, bahkan bisa dengan memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar kita.

Poin utama dalam penanaman hidroponik ialah media air yang digunakan, karena tanpa tanah berarti nutrisi yang didapatkan tanaman hanya dari air tempat tumbuhnya. Oleh karena itu, kita harus menyediakan air yang mengandung nutrisi baik bagi tanaman serta penuhi kebutuhan sinar mataharinya dengan baik.

Hidroponik Sistem Wick
Pada artikel ini, kami akan membahas cara penanaman hidroponik sawi khususnya bagi pemula, yaitu dengan cara hidroponik sistem Wick, cara tanam hidroponik yang paling mudah. Pemilihan sawi di sini, dikarenakan sawi memang merupakan tanaman yang cocok dengan cara penanaman hidroponik.

Bahan yang Dibutuhkan :
  • Tempat atau wadah seperti baskom, bak, atau timba bekas dll.
  • Media tanam, dapat berupa botol bekas, pot dll.
  • Rockwool, media tanam hidroponik ini bisa didapatkan di toko pertanian dan dapat juga diganti dengan busa bekas maupun gulungan flannel
  • Kain yang dapat menyerap air seperti sumbu kompor, kain flannel dll.
  • Benih sawi
  • Nutrisi hidroponik
  • Pinset
  • Gunting
  • Air


Cara Menanam Hidroponik Sawi

1. Menyiapkan wadah untuk menanam
  • Lubangi bagian samping kanan dan kiri secara sejajar pada wadah tanam bagian bawah.
  • Masukkan kain flannel dari lubang kanan menembus hingga keluar di lubang bagian kiri.

2. Menyemai benih sawi
  • Potong-potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 cm sebanyak yang diperlukan.
  • Sedikit basahi rockwool, hanya sedikit saja.
  • Masukkan dalam suatu wadah seperti bak plastic.
  • Buat lubang kecil ukuran 2 mm di tengah rockwool .
  • Masukkan benih dalam lubang tersebut, agar lebih mudah maka gunakanlah pinset.
  • Tutup wadah dengan plastik, letakkan di tempat yang gelap dan teduh.
  • Jika benih sudah mulai berkecambah, buka tutup plastik, dan letakkan di bawah sinar matahari dari pagi sampai siang saja.
  • Jika dirasa rockwool mulai kering, maka tambahkan hanya sedikit saja air pada rockwool.
  • Tunggu sawi sampai berdaun 4 untuk dapat dipindahkan ke media tanam.

3. Menyiapkan nutrisi hidroponik
  • Larutkan nutrisi hidroponik sebanyak 5 ml + 5 ml dengan air sebanyak 1 liter.
  • Aduk sampai rata.
  • Masukkan campuran air tersebut ke dalam wadah seperti bak, atau baskom.
  • Letakkan media tanam yang berisi rockwool dan sawi muda ke dalam wadah tersebut, agar kain flannel dapat menyerap air dan nutrisi yang ada.

4. Memindahkan benih muda ke media tanam yang sesungguhnya
  • Pindahkan rockwool yang sudah berisi sawi muda ke dalam media tanam yang sudah diberi kain flannel.
  • Minggu kedua, berikan nutrisi hidroponik sebanyak 6 ml + 6 ml, begitu seterusnya sampai sawi siap panen.
Menanam Sawi Hidroponik

Keuntungan Teknik Hidroponik

  • Tidak memerlukan tanah
  • Air yang bersikulasi dapat dijadikan pula sebagai alternatif pemeliharaan ikan.
  • Tidak boros nutrisi, karena bisa diberikan seefekif dan seefisien mungkin.
  • Ramah lingkungan.
  • Bebas dari gulma.
  • Cepat dalam pertumbuhan.
  • Mudah dalam memanen hasil.
  • Hasil panen lebih banyak.
  • Steril dan bersih.
  • Bisa dijadikan sebagai hiasan.

Demikianlah cara menanam hidroponik sawi menggunakan sistem wick yang sangat mudah sekali dipraktekkan untuk pemula. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba.
Baca selengkapnya

Penyakit pada Tanaman Cabai (Cabe) dan Cara Mengatasinya

Seperti yang kita ketahui, cabai atau cabe merupakan hasil komoditi pertanian yang sangat diminati di pasaran bahkan dituntut selalu cukup ketersediaan stoknya. Namun, dengan banyaknya penyakit yang biasanya menjangkiti sayuran yang satu ini, maka petani pun sering kali mendapat kerugian besar dari hasil cabe yang tak layak panen apalagi dijual di pasaran. Oleh karena itu, berikut akan dipaparkan mengenai apa saja penyakit cabai, serta cara mengatasinya.

1. Bercak Daun

Penyakit ini ditandai dengan timbulnya warna abu-abu berbentuk bundar pada daun dan dipinggiran bundaran tersebut akan terlihat warna kuning kecoklatan. Penyakit ini disebabkan oleh jamur cercospora capsici, yang apabila semakin menyebar atau semakin banyak daun pun akan menguning dan akhirnya berguguran. Jamur ini muncul disebabkan oleh  kelembaban tinggi yang biasanya ada pada musim hujan.

Cara mengatasi penyakit bercak daun ialah :

  • Penanaman khususnya pada musim hujan dilakukan di tempat yang terbuka, tidak rimbun, sehingga terkena cahaya matahari yang cukup dan terhindar dari kelembaban yang tinggi.
  • Tanaman cabai diberi jarak, jangan terlalu dempet antara pohon yang satu dengan lainnya, agar apabila cabai terkena penyakit bercak daun tidak cepat menyebar atau menjangkiti pohon lain.
  • Perawatan dengan pemberian obat fungisida untuk mencegah timbulnya jamur cercospora capsici. 

2. Patek

Jika tanaman cabai memiliki daun atau batang pucuk yang terlihat sudah mati, daunnya kering membusuk, maka sudah dapat dipastikan cabai sudah terjangkit penyakit patek. Penyakit ini disebabkan oleh jamur colletotrichum capsici, yang sudah menjangkiti cabai dari masih menjadi benih. Benih cabai yang terkena jamur colletotrichum capsici biasanya akan terlihat layu.

Cara mengatasi penyakit patek :

  • Pemilihan bibit cabai yang baik, bisa dengan cara penyortiran bibit semaian atau hanya memilih bibit kualitas terbaik untuk ditanam.
  • Perawatan dengan pemberian obat fungisida untuk menghindari timbul dan berkembangnya jamur colletotrichum capsici.

3. Pembusukan pada Buah Cabai

Biasanya penyakit ini timbul pada buah cabai muda atau yang telah mendekati masa panen, dengan ciri pembusukan pada buah cabai. Penyakit ini disebabkan oleh jamur phytophthora capsici. Sama seperti penyakit bercak daun, jamur ini juga timbul pada saat musim penghujan karena kelembaban tingginya.

Cara mengatasi penyakit pembusukan buah cabai :
  • Pemberian jarak tanam agar tidak cepat menyebar atau tertular ke pohon cabai lain, serta usahakan jangan melakukan penanaman di tempat lembab yang kurang mendapat hangat cahaya matahari.
  • Pemberian pupuk seperti urea dan ZA yang banyak mengandung nitrogen.
  • Segera musnahkan atau bahkan bakar pohon yang sudah terjangkit penyakit ini agar pohon lain tidak tertular.

4. Keriting


Pengeritingan pada pohon cabai ini disebabkan oleh virus cucumber mosaic, yang mengakibatkan warna daun berubah menjadi hijau tua dan keriting, tulang daun mengering, serta pertumbuhan tanaman cabai pun jadi terhambat.

Cara mengatasi penyakit keriting pada tanaman cabai:
  • Pemberian pupuk NPK.
  • Hindari penanaman di lahan yang rimbun, lembab kurang cahaya matahari.

5. Layu

Tanaman cabai yang mudah layu jika terkena intensitas cahaya matahari yang tinggi bisa jadi disebabkan oleh kesalahan dalam pemilihan lahan atau tanah tempat penanaman.

Cara mengatasi penyakit layu pada tanaman cabai :

  • Hindari lahan atau tanah penanaman yang mengandung zat kapur dan zat azam yang terlalu tinggi serta tanah lempung, karena hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman cabai yang tidak normal bahkan gampang layu dan mati.

Demikianlah berbagai penyakit yang biasanya menjangkit tanaman cabai serta cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan solusi dan inspirasi kepada pembaca yang ingin menanam atau bahkan sedang mencari cara untuk menanggulangi penyakit cabai.
Baca selengkapnya

Friday, February 3, 2017

Jual Bibit Bunga Krisan

Bunga krisan, atau biasa disebut juga dengan seruni merupakan jenis tanaman hias yang serumpun atau termasuk ke dalam jenis kenikir-kenikiran yang memiliki banyak peminat. Dan bunga ini merupakan bunga nasional Negara Jepang, di sana bunga krisan juga biasa menjadi campuran pada minuman teh untuk menambah aroma harum pada teh. 

Selain sebagai tanaman hias, bunga ini juga sering ditemukan dalam dekorasi acara pernikahan. Padahal di beberapa negara, setiap warna dari bunga krisan memiliki arti dan makna tersendiri. Contohnya seperti di Negara Korea, bunga krisan kuning dan putih akan selalu ada di acara pemakaman seseorang yang sudah meninggal sebagai bentuk dari penghormatan atau belasungkawa.


Di Indonesia sendiri bunga krisan sering kita jumpai sebagai tanaman hias dalam pot maupun dekorasi taman pekarangan rumah.

Tumbuhan ini sangat mudah dibudidayakan, dan dapat tumbuh dengan cepat dengan perawatan yang benar. Hal itu dikarenakan krisan mempunyai akar serabut yang menyebar sehingga penyerapannya terhadap nutrisi di media tanamnya cukup cepat.

Dan bagi  yang ingin mencoba untuk menanamnya sendiri di rumah, untuk benihnya bisa didapatkan dengan mudah di toko online yang jual bunga krisan. Di sini dapat kita lihat berbagai produk benih bunga krisan yang tersedia.

Di blog ini kami sudah pernah membahas tentang cara menanam krisan dalam pot, jadi kali ini kami akan membahas cara menanam bunga krisan untuk ditanam di lahan pekarangan atau taman.

Persiapan Bahan dan Alat yang Diperlukan:


  • Sekop
  • Pupuk
  • Benih bunga krisan
  • Lahan penyemaian
  • Lahan taman yang sudah dipersiapkan dan diperkirakan penataan tanamnya

Langkah Penanaman :



Sebaiknya benih disemai terlebih dahulu dalam suatu tempat atau lahan tanah agar pertumbuhan krisan nantinya lebih baik.

1. Penyemaian benih bunga krisan

  • Siapkan lahan untuk penyemaian benih bunga krisan dengan cara menggemburkan tanah.
  • Sebarkan benih merata secukupnya, jangan terlalu banyak agar ketika benih tumbuh tidak terlalu berdempetan.
  • Beri pupuk secukupnya, bisa dengan pupuk kompos maupun kotoran ternak.
  • Siram tanah yang sudah disemai dengan air jangan terlalu banyak agar tanah tidak terlalu becek dan membuat benih mudah membusuk.
  • Beri perawatan seperti penyiraman rutin minimal sehari satu kali di pagi hari.

2. Pemindahan bunga krisan muda

  • Bunga krisan yang sudah siap pindah tanam merupakan tanaman bunga krisan muda yang sudah berdaun 4.
  • Pindahkan tanaman krisan ke lahan pekarangan yang sudah disiapkan, yaitu diberi lubang dengan kedalaman sekitar 5 cm.
  • Tanam atau masukkan krisan ke dalam lubang.
  • Beri pupuk dan siram bunga krisan dengan rutin.

3. Perawatan

  • Pemberian pupuk hanya jika diperlukan.
  • Penyiraman secara teratur minimal satu kali sehari di pagi hari.
  • Pemeriksaan rutin untuk melihat apakah bunga terkena hama atau penyakit, bila ada maka segera buang atau musnahkan agar tidak menular ke tanaman bunga krisan lain yang masih sehat.


Demikianlah penjelasan singkat dan sederhana cara menanam bunga krisan di lahan pekarangan. Penanaman dari benihnya langsung lebih baik ketimbang cara stek batang, karena krisan yang ditanam dengan cara penyemaian benih akan memiliki akar serabut yang lebih kuat dan siap untuk menopang tumbuh batang tanaman bunga krisan.
Baca selengkapnya

Jual Benih Sayuran Online

Sayuran atau sayur-mayur sudah tak asing lagi di kehidupan kita baik di lingkungan pedesaan sampai ibu kota, bisa kita temukan dengan mudah. Sayuran merupakan salah satu makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral serta serat. Mengingat sangat pentingnya kebutuhan sayuran untuk dipenuhi, maka tidak ada salahnya bila kita mencoba untuk menanamnya sendiri, maupun untuk dijadikan peluang usaha.

Karena sayuran sendiri tidak akan pernah kehilangan konsumennya, serta dapat juga dimanfaatkan sendiri. Di zaman modern ini, sudah terdapat beragam cara penanaman sayur mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit. Contoh metode penanaman sayur yang sedang marak atau menjadi trend saat ini adalah penanaman hidroponik sayur. Selain cara hidroponik yang memanfaatkan air dan mengedepankan keefesiensannya, cara lain seperti cara konvensional pun masih dan tetap banyak digunakan.

Benih Sayuran Online
Untuk mendapatkan hasil panen sayuran yang memuaskan, kita harus mempersiapkannya bahkan dari proses pemilihan benih. Oleh karena itu, pilihlah benih sayuran yang berkualitas, tidak layu dll. Karena benih yang baik akan menghasilkan sayuran yang baik pula.

Bagi Anda yang ingin menanam sayuran tapi kesulitan mencari benihnya, di sini bisa jadi solusinya. Kita bisa menanam sayuran apa saja sesuai selera, dengan perawatan yang berbeda pula tentunya. Penanaman sayuran organik harus meyesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekitar, agar tidak mencemari dan mengganggu sayuran, serta menghasilkan sayuran yang lebih sehat.

Selain pemilihan benih yang berkualitas, pemilihan lahan pun menjadi faktor penting untuk dapat menghasilkan sayuran yang baik. Perawatan rutin, dan pemeriksaan pada benih juga merupakan cara pemeliharaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan sayuran yang diharapkan. Dan untuk informasi tambahan, di bawah ini akan dipaparkan beberapa macam bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi hama pada sayuran :

  • Buah dan daun jarak untuk membasmi lalat daun pada tanaman terung
  • Kayu manis sebagai pestisida alami
  • Kenikir untuk membasmi walang sangit
  • Rimpang jahe untuk mengusir ulat pada kubis
  • Umbi gadung untuk membunuh tikus
  • Brotowali untuk membasmi lalat buah pada cabe
  • Bengkoang untuk untuk mengusir lalat pada kubis
  • Bunga kenikir untuk mengusir walang sangit

Tanaman-tanaman di atas merupakan sebagian saja dari tanaman yang bisa dijadikan pengusir alami untuk hama, masih banyak lagi tanaman bermanfaat lainnya. Mungkin Anda ingin mencobanya sebagai inovasi baru dalam bercocok tanam. Dengan bahan-bahan alami tersebut tentunya akan lebih ramah terhadap lingkungan dan sayuran bebas bahan kimia.

Kebun Sayuran Hidroponik
Namun, menggunakan bahan-bahan alami seperti di atas tentu lebih rumit ketimbang menggunakan produk-produk berbahan kimia. Hal tersebut dikarenakan kita harus mengolahnya sendiri terlebih dahulu, berbeda dengan produk kimia yang sudah siap pakai sesuai takaran yang tercantum pada kemasan produk.

Kita bisa membasmi, mengusir hama-hama yang menjangkiti tanaman kita, namun jika dari awal pemilihan bibit kita sudah salah pilih, pastinya sayuran yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, ada baiknya kita mencarinya di bibitbunga .com, untuk mendapatkan produk-produk benih sayuran yang berkualitas.

Demikianlah artikel ini dibuat, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terus hijaukan lingkungan dan kembangkan usaha Anda. Sehatkan bangsa dan keluarga dengan sayur-mayur berkualitas tinggi. Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel kami.
Baca selengkapnya