Showing posts with label Tanaman Sayur. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Sayur. Show all posts

Friday, February 17, 2017

Cara Menanam Cabe Rawit Di Dalam Pot

Penanaman di dalam pot menjadi pilihan karena terbatasnya halaman di rumah. Cabe rawit merupakan salah satu tanaman yang ditanam di dalam pot. Cara menanam cabe rawit di dalam pot dapat di lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Menyiapkan Bibit  cabe rawit
  • Pilihlah buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
  • Buanglah pangkal dan ujungnya, sayat bagian buah dan kemudian ambil bijinya.
  • Jemurlah biji di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Penyemaian Benih
  • Rendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Benih yang mengapung pertanda benihnya tidak bagus. Selanjutnya benih yang tenggelam dibungkus dengan kain basah dan dibiarkan semalaman.
  • Sediakan media tanam berupa tanah gembur yang telah di campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 masukkan media semai kedalam plastik es berdiameter 3-5 cm, tinggi 6 cm dan beri lubang secukupnya, siram larutan perangsang akar.
  • Semaikan benih satu persatu tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat.
  • Jaga terus kelembapan bibit agar bisa merangsang akar.
  • Jika benih sudah memiliki daun empat helai, maka benih cabe sudah siap di pindahkan kedalm pot.

Penanaman Benih
  • Karena kita menggunakan media tanam pot maka di dalam pot isi terlebih dahulu pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 tadi.
  • Terus buatlah lubang di tengah lubang pot jangan terlalu besar sesuaikan dengan benih kita yang baru mulai berkembang tadi.
  • Masukkan benih cabe rawit ke dalam lubang lalu ratakan.
  • Siram pot yang berisi benih cabe secara merata.
  • Jika cuacanya panas berilah kain pelindung sehingga tidak merusak benih cabe yang baru mulai tumbuh


Perawatan Benih Cabe rawit
  • Cara perawatan benih cabe rawit yang baru mulai tumbuh harus dilakukan dengan penuh hati-hati.
  • Penyiraman harus dilakukan dengan rutin setiap pagi dan sore hari kecuali musim penghujan.
  • Apabila sudah keluar bunga maka pupuk perangsang di berikan satu gelas dan diulang seminggu sekali.
  • Kemudian lakukan perempelan pada daun-daun yang tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
  • Jangan lupa kita juga harus melakukan pencabutan tanaman liar di sekitar media tanam setelah itu lakukanlah penggemburan tanah.
  • Untuk menghindar terjangkitnya penyakit dan serangan hama lakukanlah penyemprotan pestisida.

Penanaman cabe rawit dengan media tanam pot bisa meminimalisir kematian benih cabe yang baru mulai tumbuh. Hal inilah yang selalu menjadi perbandingan media tanam antara tanah dan media tanam di dalm pot. Selain itu, penanaman benih cabe rawit di dalam pot bisa di lakukan oleh pengusaha tani yang ingin membudidayakan dan menjual benih cabe rawit. Cukup menjual dengan pot-pot nya sekalian.
Baca selengkapnya

Tuesday, February 7, 2017

Cara Menanam Tanaman Organik

Di zaman yang modern seperti sekarang, banyak informasi yang dengan mudah kita temui atau dengar, salah satunya adalah pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran organik. Sayuran sebagai kebutuhan sehari-hari tubuh kita memang pada dasarnya sudah sehat, namun seperti yang kita ketahui, sayuran yang ada di pasaran biasanya merupakan sayuran yang telah menggunakan bahan-bahan kimia sebagai penunjang pertumbuhannya.

Meskipun hanya dengan kisaran yang sedikit, namun lama-kelamaan pasti akan tertumpuk di dalam tubuh kita, apalagi bila kita tidak mencuci sayuran dengan sangat-sangat bersih. Padahal sayuran dianjurkan untuk dicuci seperlunya agar vitamin yang terkandung di dalamnya tidak larut.


Solusi yang bisa kita lakukan ialah dengan menanam sendiri sayuran di rumah, tentunya dengan cara yang lebih sehat yaitu secara organik. Pertanian organik hanya akan menggunakan nutrisi dan pupuk alami bukan buatan pabrik yang banyak mengandung bahan kimia. Berikut ini kita akan menjelaskan cara menanam tanaman organik.

Persiapan :
  • - Sediakan lahan atau tanah yang terbebas dari pencemaran bahan kimia.
  • - Pupuk organik bisa kompos, kotoran hewan ternak, dll.
  • - Pot atau wadah, jika ingin menanam sayuran di dalam pot
  • - Sekop.
  • - Benih sayur.

Langkah menanam : 

  • Buat lubang pada media tanah sedalam 3-5 cm (untuk tanaman buah), atau gemburkan tanah agar benih dapat tumbuh dengan baik.
  • Untuk tanaman buah, semai terlebih dahulu benih sebelum dipindahkan ke media tanam.
  • Sebarkan benih (untuk sayuran) di atas hamparan tanah, jangan terlalu banyak atau tertumpuk agar di saat sayuran sudah membesar, jarak antar sayuran tidak terlalu berdempetan.
  • Beri pupuk organik secukupnya saja.
  • Siram dengan air secukupnya.


Perawatan sayuran organik : 

  • Penyiraman rutin 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore.
  • Penyiangan daerah sekitar batang tanaman dari gulma atau rumput liar yang dapat merebut sumber mineral dari tanah sehingga pertumbuhan sayuran akan terganggu.
  • Pemeriksaan yang lebih intens daripada tanaman biasa, karena tanaman organik tidak menggunakan pestisida akan mudah sekali terkena hama maupun penyakit. Dan apabila kedapatan ada hama dan penyakit yang menjangkiti, segera buang atau musnahkan tanaman tersebut agar tidak menular ke sayuran lainnya.
  • Pemberian obat-obatan alami pengganti pestisida, bisa dengan air campuran kentang, atau tomat yang difermentasikan untuk mengatasi hama pada daun seperti ulat dll.
  • Pemberian pupuk organik jika dirasa perlu saja, untuk mempercepat pertumbuhan dan ketahanan sayur.
  • Perlindungan sayuran dengan penutup agar terhindar dari hama, seperti jaring dll.

Dan selanjutnya ialah tahap pemanenan sayuran organik. Cara pemanenannya sama seperti sayuran pada umumnya, umur panen sayur pun relatif sama juga yaitu 1 bulan setelah proses penanaman.

Keuntungan dari budidaya sayuran organik :

  • Lebih sehat
  • Berserat tinggi
  • Tidak mencemari lingkungan
  • Hemat biaya
  • Lebih steril karena tidak terkena bahan kimia


Demikianlah cara menanam sayuran organik, mudah bukan? Kita dapat mempraktekannya dengan mudah, murah, dan lebih sehat. Hasilya pun tidak kalah dengan sayuran dengan cara tanam konvensional biasa yang menggunakan obat-obatan kimia.

Semoga artikel ini bermanfaat dan informatif, mari kita budayakan hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran sehat. Hijaukan lingkungan sekitar dengan cara yang lebih sehat dan kreatif dan inofatif. Terima kasih sudah mampir di blog kami.
Baca selengkapnya

Monday, February 6, 2017

Cara Menanam Sayuran Dalam Pot

Sayuran, selain dapat ditanam di media tanah atau kebun yang luas, dapat juga ditanam di dalam pot. Cara ini sangat efektif bagi pembaca yang ingin menanam sendiri sayuran di rumahnya, namun tidak memiliki cukup lahan atau pekarangan yang luas. Karena dengan penanaman dalam pot akan lebih sedikit tempat yang diperlukan dan ukuran pot biasanya tidak terlalu besar sehingga dapat kita tata seefisien mungkin.


Pada artikel kali ini kita akan membahas cara menanam sayuran dalam pot beserta keuntungan dan kelebihannya. Sebelum kita mulai menanam, terlebih dahulu kita persiapkan bahan dan peralatannya sebagai berikut :

- Media tanam
Media tanam biasanya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos. Bisa juga diganti sesuai keinginan misalnya dengan sabut kelapa, serbuk kayu, dll.

- Pot
Tempat menampung media tanam atau pot minimal diameter 20 cm atau 30 cm agar tidak terlalu sempit yang dapat menghambat pertumbuhan sayuran.

- Biji atau benih sayuran yang akan ditanam.
Setelah semua persiapan telah tersedia, maka tahap selanjutnya ialah penyemaian bibit. Penyemaian bibit dimaksudkan agar kita bisa memilih sayuran muda yang baik saja untuk dipindahkan ke pot nantinya. Namun, penyemaian bukanlah hal yang wajib dilakukan, jadi kita bisa saja melewatinya atau langsung menanamnya ke dalam pot.

Penyemaian & Penanaman Sayuran Dalam Pot :

  • Siapkan tanah tempat penyemaian tidak usah terlalu luas, atau bisa juga dalam pot berukuran sedang yang telah diisi dengan media tanah berpupuk.
  • Siram media peyemaian sehari sebelum benih disemai.
  • Semai benih-benih sayuran, tutupi dengan tanah tipis-tipis saja.
  • Pindah sayuran yang sudah mulai tumbuh ketika berumur sekitar 3 minggu ke dalam pot tersendiri.
  • Beri perawatan rutin sampai siap dipanen


Sama halnya dengan penanaman di kebun atau lahan yang luas, sayuran dalam pot juga memerlukan perawatan rutin agar dapat tumbuh dengan baik seperti yang diharapkan. Berikut ialah perawatan yang harus dilakukan untuk sayuran dalam pot :

- Siram tanaman hanya bila dirasa tanah dalam pot mulai mengering.
Apabila masih terlihat basah, ada baiknya jangan disiram untuk menghindari kelebihan air dan membusuknya akar sayuran. Atau bisa juga dilakukan penyiraman 1 kali sehari di pagi maupun sore hari untuk rutinnya.

- Periksa kondisi sayuran dalam pot setiap hari.
Pastikan tidak ada hama dan penyakit yang menjangkiti sayuran. Dan apabila didapati berpenyakit atau terkena hama, maka segera tangani atau bahkan cabut dan buang sayuran agar tidak menular ke sayuran lain yang masih sehat.

- Tambah pupuk apabila dirasa kurang.
Dapat dilihat dari sayuran yang tidak berkembang atau kurang subur, maka ada baiknya diberi pupuk tambahan.

Cara menanam sayuran dalam pot sudah kita ketahui, bahkan dengan cara perawatannya juga. Sebelum kita mencoba, ada baiknya kita menambah informasi tentang kelebihan dari penanaman sayur dalam pot.


Kelebihan menanam sayur dalam pot:

- Tidak memerlukan lahan yang luas.
Jadi, apabila hanya memiliki lahan yang sempit, kita masih bisa mencoba untuk bercocok tanam sayuran dan bisa menatanya sesuai keinginan dengan sangat mudah disusun dalam rak misalnya, bila menanam sayuran dalam pot.

- Lebih hemat keperluan pupuknya.
Dengan media tanam yang sempit, maka pupuk pun dapat diberikan hanya seperlu tanaman yang ada dalam pot, sehingga takaran dan ukurannya tepat, sesuai dan tidak akan boros atau berlebihan seperti bila kita menanam di lahan yang luas.

- Tidak mudah tertular penyakit.
Terlebih untuk penyakit yang menular melalui akar, tidak akan terjadi bagi sayuran yang di tanam dalam pot. Karena sayuran dalam pot memiliki ruang akarnya masing-masing berbeda antar potnya, sehingga sayuran yang akarnya terjangkit penyakit tidak akan bisa menularkannya pada sayuran lain.

- Mudah dalam pemeliharaan.
Karena setiap sayuran ditanam dalam wadah tersendiri, maka perawatan bisa dilakukan dengan lebih intensif di tiap sayurannya.

- Bisa dijadikan ladang usaha.
Selain dapat dimanfaatkan sendiri untuk kebutuhan sehari-hari di rumah, cara ini bisa juga menjadi bentuk usaha rumahan dengan cara menjual hasil kebun kita sendiri ke pasaran konsumen.

Demikianlah artikel mengenai cara menanam sayur dalam pot, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya

Saturday, February 4, 2017

Cara Menanam Hidroponik Sawi

Hidroponik merupakan teknik penanaman dengan cara memanfaatkan air sebagai media tanamnya bukan dengan tanah seperti pada umumnya kita bercocok tanam. Cara ini dimaksudkan untuk lebih efisien karena tidak memerlukan banyak air, sehingga sangat cocok untuk ditanam di daerah dengan pasokan air yang minim.

Dan bagi pembaca yang hobi membudidayakan tanaman sendiri di rumah, cara ini patut untuk dicoba. Terlebih bagi yang ingin menanam sayuran contohnya seperti sawi untuk kebutuhan sayuran sehari-hari di rumah. Bagi yang tidak pernah mencoba, tak usah ragu karena hidroponik termasuk cara yang mudah, tidak memerlukan banyak peralatan dan bahan yang rumit, bahkan bisa dengan memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar kita.

Poin utama dalam penanaman hidroponik ialah media air yang digunakan, karena tanpa tanah berarti nutrisi yang didapatkan tanaman hanya dari air tempat tumbuhnya. Oleh karena itu, kita harus menyediakan air yang mengandung nutrisi baik bagi tanaman serta penuhi kebutuhan sinar mataharinya dengan baik.

Hidroponik Sistem Wick
Pada artikel ini, kami akan membahas cara penanaman hidroponik sawi khususnya bagi pemula, yaitu dengan cara hidroponik sistem Wick, cara tanam hidroponik yang paling mudah. Pemilihan sawi di sini, dikarenakan sawi memang merupakan tanaman yang cocok dengan cara penanaman hidroponik.

Bahan yang Dibutuhkan :
  • Tempat atau wadah seperti baskom, bak, atau timba bekas dll.
  • Media tanam, dapat berupa botol bekas, pot dll.
  • Rockwool, media tanam hidroponik ini bisa didapatkan di toko pertanian dan dapat juga diganti dengan busa bekas maupun gulungan flannel
  • Kain yang dapat menyerap air seperti sumbu kompor, kain flannel dll.
  • Benih sawi
  • Nutrisi hidroponik
  • Pinset
  • Gunting
  • Air


Cara Menanam Hidroponik Sawi

1. Menyiapkan wadah untuk menanam
  • Lubangi bagian samping kanan dan kiri secara sejajar pada wadah tanam bagian bawah.
  • Masukkan kain flannel dari lubang kanan menembus hingga keluar di lubang bagian kiri.

2. Menyemai benih sawi
  • Potong-potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 cm sebanyak yang diperlukan.
  • Sedikit basahi rockwool, hanya sedikit saja.
  • Masukkan dalam suatu wadah seperti bak plastic.
  • Buat lubang kecil ukuran 2 mm di tengah rockwool .
  • Masukkan benih dalam lubang tersebut, agar lebih mudah maka gunakanlah pinset.
  • Tutup wadah dengan plastik, letakkan di tempat yang gelap dan teduh.
  • Jika benih sudah mulai berkecambah, buka tutup plastik, dan letakkan di bawah sinar matahari dari pagi sampai siang saja.
  • Jika dirasa rockwool mulai kering, maka tambahkan hanya sedikit saja air pada rockwool.
  • Tunggu sawi sampai berdaun 4 untuk dapat dipindahkan ke media tanam.

3. Menyiapkan nutrisi hidroponik
  • Larutkan nutrisi hidroponik sebanyak 5 ml + 5 ml dengan air sebanyak 1 liter.
  • Aduk sampai rata.
  • Masukkan campuran air tersebut ke dalam wadah seperti bak, atau baskom.
  • Letakkan media tanam yang berisi rockwool dan sawi muda ke dalam wadah tersebut, agar kain flannel dapat menyerap air dan nutrisi yang ada.

4. Memindahkan benih muda ke media tanam yang sesungguhnya
  • Pindahkan rockwool yang sudah berisi sawi muda ke dalam media tanam yang sudah diberi kain flannel.
  • Minggu kedua, berikan nutrisi hidroponik sebanyak 6 ml + 6 ml, begitu seterusnya sampai sawi siap panen.
Menanam Sawi Hidroponik

Keuntungan Teknik Hidroponik

  • Tidak memerlukan tanah
  • Air yang bersikulasi dapat dijadikan pula sebagai alternatif pemeliharaan ikan.
  • Tidak boros nutrisi, karena bisa diberikan seefekif dan seefisien mungkin.
  • Ramah lingkungan.
  • Bebas dari gulma.
  • Cepat dalam pertumbuhan.
  • Mudah dalam memanen hasil.
  • Hasil panen lebih banyak.
  • Steril dan bersih.
  • Bisa dijadikan sebagai hiasan.

Demikianlah cara menanam hidroponik sawi menggunakan sistem wick yang sangat mudah sekali dipraktekkan untuk pemula. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba.
Baca selengkapnya

Penyakit pada Tanaman Cabai (Cabe) dan Cara Mengatasinya

Seperti yang kita ketahui, cabai atau cabe merupakan hasil komoditi pertanian yang sangat diminati di pasaran bahkan dituntut selalu cukup ketersediaan stoknya. Namun, dengan banyaknya penyakit yang biasanya menjangkiti sayuran yang satu ini, maka petani pun sering kali mendapat kerugian besar dari hasil cabe yang tak layak panen apalagi dijual di pasaran. Oleh karena itu, berikut akan dipaparkan mengenai apa saja penyakit cabai, serta cara mengatasinya.

1. Bercak Daun

Penyakit ini ditandai dengan timbulnya warna abu-abu berbentuk bundar pada daun dan dipinggiran bundaran tersebut akan terlihat warna kuning kecoklatan. Penyakit ini disebabkan oleh jamur cercospora capsici, yang apabila semakin menyebar atau semakin banyak daun pun akan menguning dan akhirnya berguguran. Jamur ini muncul disebabkan oleh  kelembaban tinggi yang biasanya ada pada musim hujan.

Cara mengatasi penyakit bercak daun ialah :

  • Penanaman khususnya pada musim hujan dilakukan di tempat yang terbuka, tidak rimbun, sehingga terkena cahaya matahari yang cukup dan terhindar dari kelembaban yang tinggi.
  • Tanaman cabai diberi jarak, jangan terlalu dempet antara pohon yang satu dengan lainnya, agar apabila cabai terkena penyakit bercak daun tidak cepat menyebar atau menjangkiti pohon lain.
  • Perawatan dengan pemberian obat fungisida untuk mencegah timbulnya jamur cercospora capsici. 

2. Patek

Jika tanaman cabai memiliki daun atau batang pucuk yang terlihat sudah mati, daunnya kering membusuk, maka sudah dapat dipastikan cabai sudah terjangkit penyakit patek. Penyakit ini disebabkan oleh jamur colletotrichum capsici, yang sudah menjangkiti cabai dari masih menjadi benih. Benih cabai yang terkena jamur colletotrichum capsici biasanya akan terlihat layu.

Cara mengatasi penyakit patek :

  • Pemilihan bibit cabai yang baik, bisa dengan cara penyortiran bibit semaian atau hanya memilih bibit kualitas terbaik untuk ditanam.
  • Perawatan dengan pemberian obat fungisida untuk menghindari timbul dan berkembangnya jamur colletotrichum capsici.

3. Pembusukan pada Buah Cabai

Biasanya penyakit ini timbul pada buah cabai muda atau yang telah mendekati masa panen, dengan ciri pembusukan pada buah cabai. Penyakit ini disebabkan oleh jamur phytophthora capsici. Sama seperti penyakit bercak daun, jamur ini juga timbul pada saat musim penghujan karena kelembaban tingginya.

Cara mengatasi penyakit pembusukan buah cabai :
  • Pemberian jarak tanam agar tidak cepat menyebar atau tertular ke pohon cabai lain, serta usahakan jangan melakukan penanaman di tempat lembab yang kurang mendapat hangat cahaya matahari.
  • Pemberian pupuk seperti urea dan ZA yang banyak mengandung nitrogen.
  • Segera musnahkan atau bahkan bakar pohon yang sudah terjangkit penyakit ini agar pohon lain tidak tertular.

4. Keriting


Pengeritingan pada pohon cabai ini disebabkan oleh virus cucumber mosaic, yang mengakibatkan warna daun berubah menjadi hijau tua dan keriting, tulang daun mengering, serta pertumbuhan tanaman cabai pun jadi terhambat.

Cara mengatasi penyakit keriting pada tanaman cabai:
  • Pemberian pupuk NPK.
  • Hindari penanaman di lahan yang rimbun, lembab kurang cahaya matahari.

5. Layu

Tanaman cabai yang mudah layu jika terkena intensitas cahaya matahari yang tinggi bisa jadi disebabkan oleh kesalahan dalam pemilihan lahan atau tanah tempat penanaman.

Cara mengatasi penyakit layu pada tanaman cabai :

  • Hindari lahan atau tanah penanaman yang mengandung zat kapur dan zat azam yang terlalu tinggi serta tanah lempung, karena hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman cabai yang tidak normal bahkan gampang layu dan mati.

Demikianlah berbagai penyakit yang biasanya menjangkit tanaman cabai serta cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan solusi dan inspirasi kepada pembaca yang ingin menanam atau bahkan sedang mencari cara untuk menanggulangi penyakit cabai.
Baca selengkapnya

Friday, February 3, 2017

Jual Benih Sayuran Online

Sayuran atau sayur-mayur sudah tak asing lagi di kehidupan kita baik di lingkungan pedesaan sampai ibu kota, bisa kita temukan dengan mudah. Sayuran merupakan salah satu makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral serta serat. Mengingat sangat pentingnya kebutuhan sayuran untuk dipenuhi, maka tidak ada salahnya bila kita mencoba untuk menanamnya sendiri, maupun untuk dijadikan peluang usaha.

Karena sayuran sendiri tidak akan pernah kehilangan konsumennya, serta dapat juga dimanfaatkan sendiri. Di zaman modern ini, sudah terdapat beragam cara penanaman sayur mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit. Contoh metode penanaman sayur yang sedang marak atau menjadi trend saat ini adalah penanaman hidroponik sayur. Selain cara hidroponik yang memanfaatkan air dan mengedepankan keefesiensannya, cara lain seperti cara konvensional pun masih dan tetap banyak digunakan.

Benih Sayuran Online
Untuk mendapatkan hasil panen sayuran yang memuaskan, kita harus mempersiapkannya bahkan dari proses pemilihan benih. Oleh karena itu, pilihlah benih sayuran yang berkualitas, tidak layu dll. Karena benih yang baik akan menghasilkan sayuran yang baik pula.

Bagi Anda yang ingin menanam sayuran tapi kesulitan mencari benihnya, di sini bisa jadi solusinya. Kita bisa menanam sayuran apa saja sesuai selera, dengan perawatan yang berbeda pula tentunya. Penanaman sayuran organik harus meyesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekitar, agar tidak mencemari dan mengganggu sayuran, serta menghasilkan sayuran yang lebih sehat.

Selain pemilihan benih yang berkualitas, pemilihan lahan pun menjadi faktor penting untuk dapat menghasilkan sayuran yang baik. Perawatan rutin, dan pemeriksaan pada benih juga merupakan cara pemeliharaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan sayuran yang diharapkan. Dan untuk informasi tambahan, di bawah ini akan dipaparkan beberapa macam bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi hama pada sayuran :

  • Buah dan daun jarak untuk membasmi lalat daun pada tanaman terung
  • Kayu manis sebagai pestisida alami
  • Kenikir untuk membasmi walang sangit
  • Rimpang jahe untuk mengusir ulat pada kubis
  • Umbi gadung untuk membunuh tikus
  • Brotowali untuk membasmi lalat buah pada cabe
  • Bengkoang untuk untuk mengusir lalat pada kubis
  • Bunga kenikir untuk mengusir walang sangit

Tanaman-tanaman di atas merupakan sebagian saja dari tanaman yang bisa dijadikan pengusir alami untuk hama, masih banyak lagi tanaman bermanfaat lainnya. Mungkin Anda ingin mencobanya sebagai inovasi baru dalam bercocok tanam. Dengan bahan-bahan alami tersebut tentunya akan lebih ramah terhadap lingkungan dan sayuran bebas bahan kimia.

Kebun Sayuran Hidroponik
Namun, menggunakan bahan-bahan alami seperti di atas tentu lebih rumit ketimbang menggunakan produk-produk berbahan kimia. Hal tersebut dikarenakan kita harus mengolahnya sendiri terlebih dahulu, berbeda dengan produk kimia yang sudah siap pakai sesuai takaran yang tercantum pada kemasan produk.

Kita bisa membasmi, mengusir hama-hama yang menjangkiti tanaman kita, namun jika dari awal pemilihan bibit kita sudah salah pilih, pastinya sayuran yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, ada baiknya kita mencarinya di bibitbunga .com, untuk mendapatkan produk-produk benih sayuran yang berkualitas.

Demikianlah artikel ini dibuat, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terus hijaukan lingkungan dan kembangkan usaha Anda. Sehatkan bangsa dan keluarga dengan sayur-mayur berkualitas tinggi. Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel kami.
Baca selengkapnya